Headlines News :
Home » » Press Release: Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2012

Press Release: Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2012

Written By Front Mahasiswa Nasional on Minggu, 28 Oktober 2012 | 02.03


FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN)

Menyerap Semangat Sumpah Pemuda Untuk Memaksimalkan Pengabdian Pemuda dan Mahasiswa pada Rakyat dan Peranannya dalam Perjuangan Menghancurkan Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalisme Birokrat

“Wujudkan Pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Pada Rakyat-Lawan segala bentuk tindakan Anti Demokrasi!”
Malam Budaya-Refleksi Sumpah Pemuda. Bundaran Hotel Indonesia, 27/10/12.FKMU.Docs.


Salam Demokrasi!
Tak terperikaan penderitaan rakyat selama ratusan tahun dibawah penindasan kolonial Belanda hingga deklarasi kemerdekaan berhasil di kumandangkan tahun 1945. Penguasaan atas seluruh sumberdaya alam dan tenaga kerja di bumi nusantara, telah memberikan keuntungan berlimpah bagi pemerintah kolonial, dilain sisi telah menaburkan penderitaan yang sedemikian hebat bagi rakyat jajahan.

Malam Budaya-Refleksi Sumpah Pemuda. Bundaran Hotel Indonesia, 27/10/12.FKMU.Docs.
Selain kekayaan alam dan kesuburan tanah yang terhampar diseluruh penjuru Nusantara sebagai primadona dunia serta keuntugan berlimpah kolonial Belanda, telah menarik perhatian dunia untuk ambil bagian menguasai bumi Nusantara.  Kenyataan tersebut yang disadari oleh pemerintah Belanda bahkan telah memicu pertentangan dari kalangan konservatif dan kaum liberal kolonial untuk menguasai Nusantara. Dilain sisi, semakin mendorong penghisapannya yang kian hebat bagi Rakyat. Pemerintah kolonial yang didukung oleh tuan tanah-tuan tanah lokal terus memperluas penguasaannya atas tanah yang diorientasikan untuk perluasan perkebunan dan pembangunan Industri serta investasi yang dibuka secara luas untuk swasta Asing, khususnya untuk negara-negara dikawasan Eropa.


Ditengah penindasan yang begitu hebat, kalangan pemuda terpelajar telah berhasil mengambil inspirasi dari bangkitnya gerakan buruh dan tani yang mulai melakukan perlawanan kala itu. Dari situasi objektif yang ada, serta inspirasi dari gerakan rakyat tersebut, kalangan muda terpelajar berhasil menyatukan diri setelah melalui berbagai tahapan panjang dan pemberangusan yang tiada henti dari pemerintah Kolonial. Namun, semangat persatuan dan perjuangan pembebasan yang tidak pernah padam telah menjadi batu pijakan yang mengantarkannya pada keberhasilan menyatukan seluruh gerakan dan organisasi pemuda melalui kongres ke II Pemuda Indonesia 27-28 Oktober 1928.

Berbagai organisasi dan kelompok-kelompok study yang berhasil dibangun, dari bentuk yang paling tradisionil sampai yang paling modern (Ormas dan partai politik) telah berhasil menjadi kendaraan perjuangannya yang terhubung lansung secara erat dengan gerakan rakyat disektor lainnya. Dengan persatuannya bersama rakyat yang tidak pernah berhenti mengobarkan perlawanan, telah memberikan hasil yang gemilang dan menjadi anugerah bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni di proklamirkannya kemerdekaan Bangsa Indonesia menjadi Negara kesatuan republik Indonesia, 17 Agustus 1945.  

Namun demikian, harus menjadi catatan bagi seluruh rakyat bahwa, setelah melalui perjuangan panjang melawan penjajahan dan upaya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya, rakyat Indonesia kembali terjebak dalam penindasan yang tidak kalah kejamnya akibat dari penghianatan dalam konferensi meja bundar (KMB) 1949. Kesepakatan dalam KMB tersebut telah kembali menjerat rakyat dalam sistem setengah jajahan dan setengah feodal (SJSF) yang terus dipertahankan oleh setiap rezim penghamba sejak Orde Baru hingga sekarang.

Dalam perkembangan saat ini, dimana dunia tengah diselimuti krisis yang terus meluas dengan gelombang resesi ekonomi yang tiada henti menghantam Imperialisme AS sebagai pemimpin tunggal Imperialisme bersama negara-negara Imperilis lainnya di kawasan Eropa, telah membawa dampak buruk bagi penghidupan rakyat di berbagai negeri, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, selain berbagai bentuk kerjasama bilateral dan multilateral, Imperialisme AS semakin memperhebat dominasinya melalui perjanjian kerjasama bilateral komprehensif (US-INDO Comprehensif Partnership) 2010.

Sementara itu, kedudukan Indonesia sebagai salah satu sandaran utama bagi Imperialime dalam menyelesaikan krisisnya dikawsan Asia, telah membawa dampak pada merosotnya penghidupan rakyat. Rakyat Indonesia kian terancam dengan perampasan seluruh sumberdaya alam, penghisapan tenaga kerja dan berbagai bentuk tindak kekerasan yang selalu menyertainya. Pemerintah Indonesia dibawah kemudi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan begitu setia telah menjalankan seluruh skema penghisapan tersebut dengan begitu mulusnya. Perampasan atas tanah kaum tani, perdagangan tenaga kerja dan perampasan upah buruh, serta berbagai kekerasan dan tindakan anti demokrasi dijalankan dengan massif melalui berbagai peraturan dan UU yang dijadikan sebagai legitimasi sekaligus pelindungnya.

Pemuda terus dijebak dalam kantong pengangguran yang kian menumpuk, pendidikan yang kian tak terjangkau, tidak ilmiah dan tidak demokratis. Melalui seluruh program US-INDO Comprehensif Partnership-nya, dilapangan pendidikan pemuda telah dijebak dalam kubangan komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi pendidikan. Undang-undang pendidikan tinggi (UU PT) sebagai salah satu UU yang diciptakan untuk pengelolaan pendidikan tinggi telah menyebabkan semakin melambungnya biaya pendidikan, semakin hilangnya kebebasan akademik dan tajamnya jurang kekerasan dan tindakan anti demokrasi didalam kampus.  Mahasiswa bahkan semakin dijauhkan dari kenyataan sosial masyarakatnya.

Karenanya, menjadi hal yang mustahil bagi mahasiswa bisa memperoleh pendidikan yang ilmiah dan dapat dengan leluasa mengembangkan ilmu pengetahuannya untuk memajukan kebudayaan masyarakat yang kian terbelakang sekarang ini. Dilain sisi, secara kebudayaan, Mahasiswa dibentuk semakin individualis, semakin abai dan bersaing satu sama lain. Dimana, situasi tersebut ialah sebagai upaya nyata Imperialisme dilapangan kebudayaan untuk menghambat kesadaran, menghalangi persatuan dan, menumpulkan perjuangan mahasiswa. Kampus yang seharusnya menjadi ruang independen untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dan terus berkembang, untuk menjamin berkembangnya kebudayaan masyarakat, kini telah dijadikan sebagai instrumen (alat) negera yang dapat melegitimasikan setiap kebijakan dan skema penghisapannya terhadap rakyat. Dalam skema tersebut bahkan melibat intelektiul-intelektuil, para akademisi hingga guru besar-guru besar diberbagai kampus yang juga tengah dikonsolidasikan oleh Imperialisme.
 
Situasi tersebut bahkan terus menggeret pemuda dan seluruh rakyat dalam berbagai bentuk diskriminasi sosial, ekonomi dan kebudayaan, hingga menimbulkan kefrustasian yang kian dekat dengan keputus asaan dalam mengubah keadaan dan memperbaiki kondisi hidupnya. Akibatnya kemudian, tak sedikit rakyat yang terjerumus dalam jeratan narkoba dan berbagai pertentangan (komplik horizontal) antar sesama rakyat. Dilain sisi, pemerintah terus melahirkan berbagai produk hukum untuk menakar perlawanan rakyat, sekaligus menjadi legitimasinya untuk menghalalkan kekerasan dalam merampas hak Rakyat. Undang-undang Intelijen, UU PKS diciptakan sebagai legitimasi mempolitisir kemarahan rakyat dalam mempertahankan haknya menjadi komplik horizontal. UU Keormasan  serta RUU Kamnas yang kini kian gencar untuk di sahkan juga merupakan satu produk hukum yang semakin mengancam setiap aktifitas politik, setiap bentuk protes dan perlawanan Rakyat saat ini.

Dengan kenyataan situasi objektif tersebut, dalam momentum hari sumpah pemuda kali ini (28 Oktober 2012), seluruh pemuda Indonesia harus mampu mengambil pelajaran dan inspirasi atas sejarah dan semangat sumpah pemuda, yang lahir untuk membebaskan rakyat dan bangsa Indonesia dari jajahan kolonial Belanda yang begitu kejam selama ratusan tahun. Dengan demikian, kini seluruh pemuda Indonesia harus dapat memahami kenyataan sosialnya, terus belajar dan menggali akar persoalannya, kemudian bangkit dan menggalang persatuan dan berjuang bersama. Dengan semangat persatuan dan pengabdian pada Rakyat, Bangsa dan Negara, pemuda Indonesia harus terhubung kuat dan mampu meyatukan diri dengan seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama melawan dominasi dan penindasan ”Imperialisme, Feodalisme dan kapitalisme Birokrat”, untuk mewujudkan Negara yang maju, berdaulat, berkeadilan, sejahtera dan mandiri. 

Melalui momentum ini pula, Front Mahasiswa Nasional (FMN) sebagai organisasi massa mahasiswa yang maju dan progressif, menyampaikan ucapan ”Selamat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012” kepada seluruh pemuda dan rakyat Indonesia dan, mengajak untuk bersama-sama ”Menyerap Semangat Sumpah Pemuda Untuk Memaksimalkan Pengabdian Pemuda dan Mahasiswa pada Rakyat dan Peranannya dalam Perjuangan Menghancurkan Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalisme Birokrat-Wujudkan Pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Pada Rakyat-Lawan segala bentuk tindakan Anti Demokrasi!”. Bersama ini pula, FMN menuntut:
1.     Hentikan perampasan upah buruh, tanah kaum tani
2.     Sediakan lapangan kerja yang luas bagi pemuda dan seluruh Rakyat Indonesia
3.     Hapus sistem kerja kontrak dan Outsourching
4.      Cabut Undang-undang Pendidikan Tinggi (UU PT No. 12 Tahun 2012)
5.      Berikan kebebasan berserikat dan mengelurkan pendapat bagi seluruh rakyat Indonesia
6.      Batalkan RUU Kamnas

Demikian release dan pernyataan sikap ini dibuat, dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda 2012 untuk dapat mengambil pelajaran dan inspirasi dari pengalama sejarah sumpah pemuda 1928. Kita semua, pemuda Indonesia harus dapat memadukan inspirasi atas pengalaman tersebut dengan kondisi objektif pemuda dan seluruh rakyat saat ini, sebagai pijakan ilmiah dalam membangun persatuan dalam perjuangan atas hak sosial-ekonomi dan hak demokratis rakyat dengan seluruh tahapan kerja ”Membangkitkan, mengorhganisasikan dan menggerakkan massa” sebagai pekerjaan pokoknya.

Hidup Pemuda Indonesia!
Hidup Mahasiswa Indonesia!
Jayalah Perjuangan Rakyat!

Jakarta, 28 Oktober 2012

Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional (FMN)


L. Muh. Hasan Harry Sandy Ame
Sekretaris Jenderal
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | WANS KOM | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger